Kamis, 05 November 2009

abadi

Aku melangkah gontai menapaki jalan menuju rumah. Keringat peluh menetes dari dahiku hingga baju seragamku seakan-akan menempel di kulit. Tidak seperti biasanya matahari begitu menyengat pancaran sinarnya membuat semua orang enggan untuk keluar siang hari. Tapi aku sedikit lega karena besok adalah hari Sabtu,karena hari itu tidak ada kegiatan sekolah. Aku rebahkan tubuhku di atas kasur di temani air dingin yang sudah kusiapkan. Tiba-tiba hp-ku berdering,ternyata ada sms masuk.

From: Ryand

0878833623xxx

Assalamualaikum,,

ma’adza taf’alu??

Dengan malas aku membalas sms temanku ini dengan menjawab kalau aku sedang melepas lelah setelah sepanjang hari melakukan aktivitas di sekolah. Ma’adza taf’alu adalah kalimat bahasa Arab yang artinya ”sedang apa”. Dia akhir-akhir ini sedang gemar-gemarnya menggunakan bahasa Arab dalam percakapan utama kami lewat sms. Katanya sih dia mendapatkan kata-kata itu dari teman dan beberapa mentornya. Lama-lama aku menjadi terbiasa dengan sikapnya. Aku tidak banyak menanggapi yang macam-macam terhadap dia. Karena dari awal aku berteman dengannya,sudah terbiasa dengan “kata-kata asing dan aneh apa lagi ini yang aku dapatkan dari dia?”. Terlepas dari itu,aku kagum padanya.

Pukul 08.30 pagi, aku melirik hp-ku..

From: Ryanndh

0878833623xxx

fha, kita jadi ke toko buku nda??

gw td abiz main futsal, capek bgd sbner’y.tp gpp

kl lw mau jalan.cz gw jg mau nyari sesuatu.

Aku lupa bahwa hari ini aku ingin mengajak Ryan untuk menemaniku ke Gramedia. Aku sudah mengajak dia sejak beberapa hari yang lalu.Aku ingin mencari bank soal fisika, karena keinginan aku untuk berlatih soal-soal yang aku pelajari. Aku kirim pesan untuknya...

Send to: Ryanndh

From: 02194643xxx

Sori yan.hehhee.. gw lupa kl hr ini ke gramed ya??

Y udh2..mw jam brp brangkt??jgn trlalu siang..panas bgt ni soal’y.

Cukup malas sebenarnya keluar rumah di hari yang sangat terik ini. Cuaca di luar sangat panas. Tapi aku tetap memutuskan untuk berangkat. Hp-ku berdering..

From: Ryanndh

0878833623xxx

ya ampuuunnn,,lw yang ngajak jg!

Qt brangkt jam 10 ya..gw mw mndi dl ni.gerah..

Aku membalas...

Send to: Ryanndh

From: 02194643xxx

Ok

♥♥♥♥♥

Aku melirik jam tangan. Jarum menitku menunjukkan angka 11.30.Aku telat satu setengah jam dari perjanjian. Pasti Ryan sudah dari tadi sampai di Gramedia.

Aku kembali mengirim pesan untuk bertanya di mana keberadaan dia sekarang dan memberitahu kalau aku sudah sampai.

From: Ryanndh

0878833623xxx

Alhamdulillah..akhirny nyampe jg.

Gw sekarang ada di tmpt rak bagian buku2

ttg agama niy..

Aku mencari-cari dia di rak bagian buku-buku tentang agama. Ternyata dia sedang asyik membolak-balik kertas buku yang sedang ia baca. Aku mencoba mengagetkannya.

“Doooorrrr!! Dah lama disini? Susah bgd td gw nyari angkotnya.Kok angkot di Depok bisa langka gini.”

“Ngagetin gw aja lo. Dah lumayan sih. Sekitar 1 jam-an. Lagian bukannya bilang kek kalo ga ada angkot. Nanti kan bisa gw jemput. Gw kan bawa motor.Si Mancuy ga ikut? ”

Mancuy adalah sebutan akrab yang biasa Ryan katakan kepada salah satu sahabatku yang lain. Namanya Manda. Dia berperawakan menarik, cantik dan dikagumi oleh sebagian orang. Kelebihannya yang lain, dia begitu pintar. Sungguh beruntung mempunyai sahabat seperti dia. Karena tak jarang aku memanfaatkan kepintarannya itu untuk dibagikan padaku juga.

“Lw bukannya dari tadi ngomong. Baru bilang sekarang. Manda ga mau ikut katanya. Lagi males.” Aku melirik sedikit ke buku yang sedang ia perhatikan, “lw lagi baca buku apaan sih ?”

“Nih liat..Bagus deh bukunya. Gw dah dari tadi bacanya. “

“Coba liat sebentar.”

Buku yang dia baca adalah buku tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW yang di tuangkan dalam kisah-kisah yang di karang oleh penulis ternama di Indonesia.

“Iya. Bagus bukunya. Tapi kalo ga salah gw dah pernah baca buku ini. Lw kalo mau baca buku model-model begini, gw bisa kok minjemin.Di rumah ada beberapa”

“Hehehe Insya Allah. Kebetulan. Gw kan ga mau rugi. Lagipula duit gw lagi tipis buat beli buku yang beginian.”

“Wuduilaah! Ga mau rugi. Dasar!”

“Berbaik hatilaaah dengan temanmu ini.Hehehe.Oh iya, lw mau nyari apa,fha?”

“Gw mau nyari bank soal.“ Sambil berbicara aku melihat sesuatu di tangannya. Dia menyadari tingkahku kalau aku sedang melihat apa yang dia pegang.

“Lw nyari yang kayak gini? Nih gw dapet”

“Oh..Iya kayak gitu. Di bagian mana?”

“Sebelah situ tuh!”

Dia menunjuk bagian pojok kanan tempat dimana buku yang aku cari itu berada.

Setelah selesai, aku diantar pulang olehnya.

♥♥♥♥♥

Diantara Aku,Manda dan Ryan, kami bertiga memiliki hubungan yang sangat baik. Kami sering berbagi cerita mengenai masalah-masalah yang kita alami. Entah mengenai pelajaran ataupun mengenai orang yang kita sukai. Obrolan kami begitu nyambung satu sama lain. Menghargai segala perbedaan dari diri masing-masing yang membuat kami sampai sekarang bersahabat dengan baik.

Biasanya aku dan Ryan sering menghabiskan waktu untuk mengobrol membahas tentang agama. Bahasaku terkadang terlihat dewasa apabila bertanya sesuatu kepada dia. Karena dia aktif mengikuti ekskul Rohis, dia cukup mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan dariku.

Beberapa selang waktu, aku memikirkan sesuatu. Aku sadar bahwa aku menyukai sikap Ryan yang begitu menarik, dan ternyata aku begitu nyaman berbicara dengannya.

♥♥♥♥♥

Setibanya aku di sekolah, aku menghampiri Manda yang sedang duduk mengerjakan PR matematika.

“Assalamualaikum..Pagi cuuuy”

“Eh waalaikumsalam..Napa?? Seneng banget ni kayaknya? Keliatan dari muka lw”

“Emang susah ni punya temen yang bisa baca pikiran.Hehehe lw tau aja kalo gw lg seneng.”

“Mang ada apa siiih?”

“Hmmmm kayaknya gw suka deh sama Ryan. Kok lama-lama karna sering ngobrol dan waktu itu ketemu dia, kok gw jd pny rasa sama tmen gw yang satu itu ya,Man??

“Hahaha”

“Aaaaaaa kok lw ketawa siii??”

“Hehe abisnya lucu aja. Ternyata akhirnya lw bisa suka sama itu orang.”

“Tapi lw ngerasain ga sih? Dia itu bener-bener enak buat diajak ngobrol? Nyambung banget”

“Iya iya.Gw juga ngerasa nyaman ngobrol sama dia.”

Lalu aku memeluk sahabatku ini dan berkata, “Tapi jangan sampe gw suka sama dia, Man”

“Lho?Kok gitu?” Dia sambil perlahan melepaskan pelukanku.

“Iya. Ga mungkin. Karna gw tau satu hal. Keimanan gw mesti gw jaga juga,Man. Gw boleh kagum sama dia. Tapi gw harus menjaga diri dari sikap tertarik gw.”

“Tapi ga ada salahnya kan lw terus terang, bicarain supaya lega”

“Ga usah ah,Man. Lama-lama juga reda. Dan tau ga apa yang paling berharga buat gw?”

“Apa?”

“Gw bisa punya sahabat terbaik kayak lw, dan juga Ryan. Itu ga ada yang bisa ngeganti’in. Akan selalu abadi.”

‘Hmmmmmmm iya. Lw bener.”

Mataku berkaca-kaca melihat senyum manis dan tulus yang terukir di bibir seorang sahabat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar